Jet tempur israel bombardir wilayah lebanon selatan. Hal tersebut merupakan tindakan balas dendam terhadap Lebanon. Dimana Lebanon telah melancarkan serangan roket ke wilayah israel di hari sebelumnya.

“Sebelumnya hari ini [Kamis], roket ditembakkan dari Lebanon ke wilayah Israel,” tulis angkatan udara Israel di Twitter.

“Sebagai tanggapan, jet tempur menyerang situs peluncuran dan infrastruktur yang digunakan untuk teror di Lebanon dari mana roket diluncurkan.. Target tambahan di daerah tempat roket diluncurkan di masa lalu juga diserang.”

Jet Tempur Israel Bombardir Wilayah Lebanon Selatan

Berbicara kepada YNet TV Israel, Menteri Pertahanan Benny Gantz mengatakan: “Ini adalah serangan yang dimaksudkan untuk mengirim pesan dengan Jelas bahwa kami dapat melakukan lebih banyak lagi, dan kami berharap kami tidak akan sampai pada hal itu.”

Gantz mengatakan dia yakin fraksi Palestina telah meluncurkan roket. Fraksi kecil Palestina di Lebanon telah menembaki Israel secara menyebar di masa lalu. Angkatan udara mengkonfirmasi bahwa pesawat Israel juga rutin menargetkan kelompok bersenjata Palestina di Gaza dan mencurigai target Hizbullah atau Iran di Suriah. Namun itu adalah pertama kalinya sejak 2014 dimana mereka mencapai target di Lebanon. Tindakan militer yang sebelumnya merupakan penembakan yang melibatkan artileri.

Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan serangan udara Israel adalah yang pertama menargetkan desa-desa Lebanon sejak 2006 dan menunjukkan peningkatan “niat agresif” terhadap negaranya.

Dalam sebuah tweet Aoun mengatakan bahwa serangan itu merupakan ancaman langsung terhadap keamanan dan stabilitas Lebanon selatan dan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Pada tahun 2006 Israel berperang melawan Hizbullah yang didukung Iran, yang merupakan kekuatan dominan di Lebanon selatan. Sejak saat itu perbatasan menjadi sangat sepi.

Televisi Al-Manar Lebanon, yang dikelola oleh Hizbullah, mengatakan bahwa pesawat Israel telah melakukan dua serangan udara sekitar pukul 12:40 (21:45 GMT) di luar kota Mahmoudiya, sekitar 11 km dari perbatasan. Kantor Berita Nasional resmi Lebanon juga melaporkan serangan itu tetapi hanya memberikan sedikit rincian. Hal tersebut merupakan hari kedua berturut-turut Israel melaporkan tembakan roket dari Lebanon.

Tiga roket juga telah ditembakkan pada hari Rabu, dua di antaranya mencapai Israel, sisanya mendarat di dekat kota utara Kiryat Shmona, di mana empat orang dirawat..

Tentara Israel juga membalas dengan melakukan tiga putaran tembakan artileri. Tentara Libanon mengkonfirmasi ada sekitar 92 peluru artileri yang ditembakkan oleh Tentara Israel mendarat di Libanon selatan setelah tembakan roket Rabu kemarin.

Hal tersebut juga memicu kebakaran semak dalam kondisi kering, namun kabar baiknya tidak ada laporan korban.

Tidak jelas siapa yang menembakkan roket itu, dan tentara Libanon mengatakan sedang menyelidiki.

Penembakan itu terjadi ketika ribuan orang Lebanon yang sedang dilanda kesedihan mendapat peringatan pertama terjadi ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut yang menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai jiwa bangsa.

Pada saat itu, pemerintah setempat mengundurkan diri dalam menghadapi gelombang kemarahan rakyat. Yang lebih parah lagi setahun kemudian meskipun krisis ekonomi memburuk, tidak ada juga pemerintahan pengganti yang dibentuk.

Israel pun berulang kali memperingatkan bahwa mereka tidak akan membiarkan kekosongan kekuasaan di Beirut merusak keamanan di perbatasan utaranya.

Pihak Militer Israel mengatakan bahwa  negara Lebanon bertanggung jawab atas semua tindakan yang berasal dari wilayahnya, dan memperingatkan terhadap upaya lebih lanjut untuk membahayakan warga sipil Israel dan kedaulatan Israel.

Semenjak perang 2006, UNIFIL, pasukan penjaga perdamaian PBB yang telah dikerahkan di Lebanon sejak 1978 dan telah berpatroli di perbatasan, menyerukan agar semua pihak  dapat menahan diri.

“Kepala misi dan komandan pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal Stefano Del Col, telah melakukan kontak langsung dengan para pihak. Dia mendesak mereka untuk menghentikan tembakan dan menahan diri secara maksimal untuk menghindari eskalasi lebih lanjut, terutama pada peringatan yang khusyuk ini. Sangat penting untuk segera memulihkan stabilitas sehingga UNIFIL dapat memulai penyelidikannya”, tutur pasukan penjaga perdamaian tersebut.