Qudsngo.com – Baghdad [Irak], 16 September. Dua orang tewas dalam serangan ISIS di Irak, diantaranya adalah seorang tentara Irak dan seorang warga sipil tewas, juga tiga anggota pasukan paramiliter Hashd Shaabi terluka pada Rabu dalam serangan terpisah oleh teroris kelompok Negara Islam (IS) di Irak.

Salah satu serangan terjadi di provinsi timur Diyala ketika teroris ISIS menyerang posisi tentara Irak di dekat kota Jalawla, sekitar 135 km timur laut ibukota Irak Baghdad, menyebabkan seorang tentara tewas, Mayor Alaa al-Saadi, dari provinsi tersebut. polisi, kepada Xinhua.

Dalam insiden terpisah, seorang penggembala tewas dalam ledakan pinggir jalan di sebuah desa yang terletak di bagian utara provinsi Diyala, kata al-Saadi.

Juga di provinsi itu, pasukan Hashd Shaabi menangkis serangan teroris ISIS terhadap posisi Hashd Shaabi di Naft Khana, sekitar 175 km timur laut Baghdad, al-Saadi menambahkan.

Para penyerang melarikan diri dari tempat kejadian, dan tidak ada korban yang dilaporkan dalam serangan itu, tambahnya.

Di provinsi barat Anbar, sebuah bom pinggir jalan meledak di dekat kendaraan Hashd Shaabi di daerah gurun dekat kota Rutba, sekitar 450 km barat Baghdad, melukai tiga anggota Hashd Shaabi, kata sumber keamanan provinsi kepada Xinhua dengan syarat anonim.

Selama beberapa bulan terakhir, teroris ISIS telah mengintensifkan serangan mereka terhadap pasukan keamanan Irak di provinsi-provinsi yang sebelumnya dikuasai militan, menyebabkan puluhan orang tewas dan terluka. (ANI/Xinhua)

Bentrokan antara militan ISIS dan tentara Irak

Sebelumnya pada hari Sabtu, ISIS melancarkan serangan lain terhadap tentara di dekat kota Daquoq. Meningkatnya jumlah bentrokan harian antara militan Daesh dan tentara Irak telah meningkatkan ketegangan di Irak.

Dalam beberapa bulan terakhir, tercatat milisi ISIS kembali aktif dan mengintensifkan serangannya terhadap pasukan keamanan Irak.

Namun, pasukan Irak telah memperketat keamanan dan berulang kali melakukan operasi militer di Diyala, tetapi gerilyawan IS menggunakan daerah-daerah kasar di dekat perbatasan Iran untuk melakukan serangan mereka.

Selain itu, militan ISIS juga telah membangun tempat persembunyian mereka di wilayah yang meluas di bagian barat Diyala hingga ke daerah pegunungan Himreen.

Penting untuk disebutkan bahwa situasi keamanan di Irak sebagian besar berada di bawah kendali pasukan Irak sejak militan ISIS dikalahkan pada tahun 2017.

Namun, masih banyak teroris ISIS yang bersembunyi di dekat daerah perkotaan atau gurun dan daerah berbatu. Militan IS sering melakukan serangan gerilya dari persembunyian mereka terhadap pasukan keamanan dan penduduk.